Dalam penggunaannya, bahasa Jawa tidak hanya dibedakan berdasarkan dialek yang berbeda tiap daerah, Bahasa Jawa juga memiliki aksara sendiri, serta undha-usuk bahasa yang berbeda. Menurut Poedjosoedarma (1979:2) menjelaskan bahwa “Tingkat tutur (speech level) dalam bahasa Jawa adalah variasi bahasa, dan untuk dapat dipengaruhi oleh dinamika budaya yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungannya. Hal ini senada dengan apa yang diungkapkan oleh Dedy Mulyana dalam artikel di Pikiran Rakyat tentang Komunikasi Politik Antar Budaya (4 Desember 2016), bahwa proses politik senantiasa terjadi dalam konteks budaya yang melibatkan interaksi Contoh artikel deskriptif bahasa Jawa ini terdiri dari berbagai tema dianataranya ada tentang budaya, lingkungan dan juga wisata. Artikel deskriptif yaiku artikel yang mendeskripsikan (menggambarkan) tentang sesuatu hal kepada pembacanya menggunkan bahasa Jawa. Fleksibelitas seperti embat dan larasan gamelan Jawa menentukan identitas gamelan tersebut, sehingga hal semacam itu juga menjadi symbol kebudayaan dari daerah tertentu (Hananto, 2020), tempat Artikel Bahasa Jawa Tentang Gamelan. GAMELAN UTAWI KERAWITAN. Karawitan iku seni gamelan Jawa musik tradisional nuduhake dolanan musik. Seni kerawitan wis dikempalken karo instrumen irama lan vokal sing ayu supaya becik kanggo krungu lan sante. Seni kerawitan punika seni klasik banget populer ing Jawa lan Indonesia minangka salah siji saka Etika Jawa. Pengertian etika disini adalah sebuah aturan sebagai panduan hidup yang berisi nilai-nilai sopan santun, moral, pendekatan hati, dan rasa. Dalam buku Etika Jawa, Frans Magnis Suseno menjelaskan bahwa orang Jawa tidak mengenal baik dan jahat, melainkan orang yang bertindak karena ketidaktahuan. Jadi, apabila orang bertindak merugikan Budaya Jawa secara garis besar dapat dibagi menjadi 3 yaitu budaya Jawa Kulonan (Banten Utara-Jawa Barat Utara-Jawa Tengah Barat), budaya Jawa Tengah (Timur)-DIY, dan budaya Jawa Timur. Budaya Jawa mengutamakan keseimbangan, keselarasan dan keserasian dalam kehidupan sehari-hari. Budaya Jawa menjunjung tinggi kesopanan dan kesederhanaan. Budhisme. Kendati ada fluktuasi relasi Islam dengan budaya Jawa terutama era abad ke 19-an, namun wajah Islam Jawa yang akulturatif terlihat dominan dalam hampir setiap ekspresi keberagamaan masyarakat muslim di wilayah ini, sehingga ”sinkretisme” dan toleransi agama-agama menjadi satu watak budaya yang khas bagi Islam Jawa. Gina Novtarianggi, Bambang Sulanjari, Alfiah Alfiah + 1 other. Jurnal Ilmiah Sastra dan Bahasa Daerah, serta Pengajarannya (JISABDA) merupakan jurnal ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah berisi tulisan ilmiah tentang Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa serta pengajarannya. Jurnal JISABDA diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dengan frekuensi Ragam kebudayaan Jawa sangat banyak. Setiap kebudayaan Jawa mencerminkan kepribadian dan filsafat masyarakat Jawa. Ciri khas kebudayaan Jawa. Sama seperti suku lain di Indonesia, berikut ciri khas kebudayaan Jawa, di antaranya: Kepercayaan Suku Jawa . Mayoritas masyarakat Jawa menganut agama Islam. mydWMb1.